Ketika kita melihat ke depan hingga tahun 2026, kategori roti sedang dibentuk ulang oleh konsumen yang lebih sadar akan pilihan mereka. Kesehatan dan kesejahteraan serta sensitivitas terhadap nilai/harga tetap menjadi dasar, tetapi kini keduanya berdampingan dengan konsumsi berdasarkan acara dan keinginan yang diperbaharui untuk kenikmatan inderawi.
Bagi merek-merek dan produsen roti, pertumbuhan akan bergantung pada keseimbangan antara fungsionalitas, keterjangkauan, dan koneksi emosional.
1. Kesehatan & Kesejahteraan: Dari Bahan Hingga Dampak
Kesehatan bukan lagi klaim umum – ini ditargetkan dan berorientasi pada hasil. Konsumen semakin mengaitkan roti dengan kesehatan usus, terutama melalui biji-bijian utuh dan roti sourdough. Roti sourdough, khususnya, mendapat manfaat dari persepsi konsumen yang kuat yang menghubungkannya dengan kesehatan pencernaan dan kesejahteraan yang lebih luas.
Fortifikasi protein juga semakin diminati. Konsumen secara aktif meningkatkan asupan protein mereka dan mencari roti yang secara signifikan berkontribusi pada tujuan tersebut. Hal ini membuka peluang untuk formulasi yang diperkaya dan komunikasi yang lebih jelas tentang kandungan protein. Pada saat yang sama, posisi label alami dan bersih menjadi tidak dapat ditawar.
Pembeli mengaitkan “alami” dengan keaslian dan secara aktif mencari klaim “bebas dari”. Namun, pesan kesehatan harus menjaga keseimbangan: kredibel secara ilmiah, namun sederhana dan ramah konsumen.
2. Dibuat untuk Momen: Inovasi Berdasarkan Acara
Konsumen semakin memilih produk berdasarkan momen atau acara. Alih-alih satu roti “serba guna”, mereka memilih format tertentu untuk sarapan, makan siang, makan malam, atau camilan. Hal ini menciptakan peluang baru untuk inovasi yang ditargetkan.
Roti pagi yang diposisikan untuk energi, format brunch akhir pekan yang mewah, pilihan camilan yang kompak untuk perjalanan – setiap momen mengundang diferensiasi. Konsumen antusias dengan peluncuran uji coba yang jelas dirancang untuk kasus penggunaan tertentu.
Kenyamanan menjadi pusat pergeseran ini. Camilan harus mudah dibawa dan dimakan di perjalanan. Sementara itu, perubahan struktur rumah tangga mendorong permintaan baik untuk porsi sekali saji maupun format untuk keluarga.
3. Layak Setiap Gigitan: Nilai di Era Inflasi
Sensitivitas harga tetap tinggi. Rasa, harga, dan nutrisi adalah pendorong keputusan utama saat memilih makanan dan minuman, dan inflasi terus memperketat pertimbangan antara harga dan kualitas.
Strategi promosi dan program loyalitas memainkan peran yang lebih besar dalam mempertahankan konsumen dan mencegah perpindahan merek. Pada saat yang sama, semakin banyak konsumen yang memanfaatkan promosi online dan saluran pengiriman untuk mengelola pengeluaran.
Menariknya, nilai tidak selalu berarti menurun; itu berarti membenarkan pembelian. Roti beku dan opsi makanan siap saji semakin diminati karena konsumen berusaha menyeimbangkan efisiensi biaya dengan kenyamanan.
4. Lapisan Kenikmatan: Pengalaman Bertemu Kemewahan
Selain fungsi dan harga, konsumen masih mencari kebahagiaan. Pengalaman inderawi yang disengaja, tekstur baru, format berlapis, dan kombinasi rasa yang tak terduga menjadi pembeda yang kuat.
“Neuro-flavors”, yang dirancang untuk membangkitkan suasana hati atau asosiasi nostalgia tertentu, memungkinkan merek untuk terhubung lebih dalam dengan konsumen. Produk-produk ini menciptakan pengalaman makan yang tak terlupakan yang meluas melampaui rasa menjadi identitas dan daya tarik untuk dibagikan.
Pada saat yang sama, kemewahan sedang dibingkai ulang. Bahkan konsumen yang sadar kesehatan memberi diri mereka “momen yang menyenangkan hati”, tetapi dengan moderasi dan mencari item mewah.
Langkah ke depan:
Bagi pemangku kepentingan B2B, peluangnya terletak pada integrasi. Proposisi pemenang tidak akan memperlakukan kesehatan, acara, nilai, dan kenikmatan sebagai strategi terpisah, tetapi sebagai pendorong.
Masa depan roti bukan hanya fungsional atau mewah – tetapi disengaja, kontekstual, dan emosional. Merek-merek yang memungkinkan keseimbangan ini melalui formulasi yang cerdas, format yang fleksibel, dan komunikasi yang jelas akan mendefinisikan fase pertumbuhan kategori berikutnya.
Sumber:
Innova Market Insights, F&B trends report 2025,
Mintel, The future of bread and bread products 2025,
Innova Marketing Insights Overview of Bread and Bread Products in the Asia Pacific 2025,
FMCG Gurus, Clean Label and Naturalness Trends in Asia Pacific 2025,
FMCG Gurus, Active Nutrition Survey Q4 2025,
Innova Marketing Insights, Bread and Bread Products Consumer Insights Survey 2025